Senin, 02 Juli 2018

Penjelajah Waktu

Aku tak bisa lagi menghitung telah berapa banyak waktu yang kita habiskan bersama..
Suka, duka, tangis, tawa .. semua telah kita lalui.
Dan tentu saja, semakin bertambah waktu yang kita lalui, banyak hal besar yang kian menanti.
Semua suka, duka, itupun akan terus menanti di penghujung waktu yang lain.
Tapi aku tak takut, karena aku tau kamu akan selalu menemani setiap waktuku.

Untukmu yang selalu di sisi,
Terimakasih atas setiap waktu yang telah kau berikan,
Bahkan kini kau merelakan menghabiskan sisa waktumu bersamaku
Dan menanggung semua bebanku di pundakmu
Maafkan, jika sejak awal kita berteu hingga kini, aku selalu membuang waktumu percuma.
Membuang waktumu hanya untuk meyakinkaku,
Membuang waktumu hanya untuk mendengarkan keluhku,
Membuang waktumu hanya untuk setiap tuntutan yang selalu ku ajukan.

Terimakasih atas semua perjuangan yang telah kau lakukan,
Maafkan, karena aku yang seringkali lari dari pertarungan dan membuat semagatmu lemah
Maafkan, karena sampai saat ini aku masih banyak mengeluh dan menuntut
Semoga stok sabarmu tak pernah habis menghadapi ku
Akan selalu kusejajari setiap langkahmu, dan berdoa segala yang terbaik untukmu

*Coretan kecil untuk hari ini (2 Juli 2018)


Senin, 18 Desember 2017

Rembulan tak akan pernah mendustai matahari
Saat ia selalu datang, walau tau tak akan pernah bersua
Dengan sabar bergantian menatap semesta
Mengiringi bumi menorehkan kisah


Sabtu, 04 November 2017

Kini semua sudah semakin jelas,
siapa yang selalu ada, dan siapa yang hanya semu belaka.
Tapi dasar hati ...
saat tak ada lagi toleransi yang tercipta,
semua pun tak lagi terasa, hanya semu belaka ..

Minggu, 08 Oktober 2017

Sepotong Luka

Hayyy ... kamu yang bahkan kita tak pernah saling mengenal, tapi harus bersinggungan dalam luka.
Apa kabar dirimu?? Ingin rasanya walau sekali kita bertemu 🙂

Mishari Rasyid Al - Ahfasy, suara murotalnya begitu merdu, dan yang paling banyak di putar di Indonesia (setidaknya di sekitarku). Selama tiga tahun ini, setiap kali mendengar suaranya, ada perih yang terasa. Jauh di sudut hatiku yg lain, selain bergetar karena mendengar suaranya membacakan firman Allah swt. hati ini juga perih karena mengenangmu. Mengenangmu yang tak pernah ku temui, dan mungkin bahkan kau tak pernah mengingatku sedikitpun.

Andalusia, sebuah kota yang di taklukan oleh Sultan Mohammed Al-Fatih II, sang panglima perang yang bahkan sudah di ramalkan oeh Rasulullah saw. Dan aku begitu mengaguminya. Tapi kalian, membuatku perih setiap kali mengingatnya. Ada bagian di sudut hatiku yang selalu mengenangmu, mengenang kalian.

Ini hanya sepotong cerita di masa lalu, yang mungkin akan di tertawakan di kemudian hari. Tapi sampai hari ini perih itu masih terasa.

Keegoisanku

Hay .. kamuu ..
Iya kamu, yang entah sedang memikirkan apa, karena kamu selalu punya pemikiran yang tak pernah mampu kupahami. apalagi kini, saat hatiku sudah terlampau menjauh, saat egoku sudah membuat tembok yang terlalu tinggi.

Aku hanya mau bilang, bahwa aku turut berbahagiaaa ...... sangat bahagia atasmuu 😘😘😘

Mungkin kau bertanya, mengapa aku tak mengatakannya langsung, mengapa sikapku justru bertentangan, ini karena kau tak mau berbagi bahagia itu bersamaku 😢. Yaaaa .. siapalah diriku yang memang sejak awal tak pernah kau anggap ☺. Dan ... yaa, egoku terlalu tinggi.

Aku tau ini salah, tapi bagaimanalah ketika hati ini sudah tergores terlalu dalam oleh tajamnya lidahmu. Aku terlampau kecewa, hingga hatiku tak bisa lagi memahamimu. Ini bukan salahmu kok, ini hanya karena egoku yg terlalu tinggi sehingga tak mampu lagi memahami semuanya.

Maaf, karena aku tak bisa membersamaimu dalam bahagiamu. Bukan ku tak ingin, tapi aku tak siap untuk di tolak. Lebih baik aku menyingkir daripada kecewa untuk yang kesekian kalinya.

Sekali lagi, aku katakan bahwa aku turut bahagia untukmu 😘😘, terimakasih untuk semua kisah yang pernah kita lukiskan beraama. Sekarang saatnya aku pamit dari hidupmu dan maaf untuk aku yang terlampau egois.

Senin, 17 Juli 2017

Menasehati memang mudah, yang sulit adalah melakukannya.
Berapa banyak kata bijak yang mampu kau rangkai, tapi tak satupun dapat kau lakukan.
Itu lah dirimu, sebuah kemunafikan.

Hari ini, tuhan membuat ku kembali menelusuri jejak masa lalu.
Ada kisah dimana ku dihamparkan pada indahnya padang kenangan, yang membuat ku merindu.
Ada kisah dimana ku harus melalui semak berduri, yang sampai saat ini masih menyisakan ngilu.
Ada kisah, dimana setiap tawa di mulai, setiap janji di buat, tapi kini hanya menjadi sepenggal cerita yang bahkan enggan untuk diingat.

Aku merindu, pada semua yang semakin menjauh. Pada dirimu, dan semua cerita diantara kita. Pada setiap janji yang pernah kita ikrarkan, pada setiap kenangan yang pernah kita lukiskan.

Aku membenci, bahwa sampai saat ini aku masih tak bisa juga memeluk rasa sakit itu. Masih ada perih setiap melihatnya. Berjuta ingin yang ku impikan, tak pernah bisa mengurangi sedikitpun luka yang kurasa.

Saat ini aku berhenti, untuk sekedar menengok masa lalu.
Haruskah ku lanjutkan perjalanan egoku, atau kembali mengulang semua bersama lagi.

Minggu, 16 Juli 2017

Apa aku adalah sahabat yang baik?

Selama ini aku pikir aku telah menjadi seorang sahabat yang baik. Aku selalu mendengarkanmu, menemanimu dalam suka dan duka. Mengalah untuk setiap keegoisanmu, dan menuruti semua hanya agar kita tak saling bertentangan. Tidak jarang aku marah, tapi cukup kupendam sendiri. Selalu mencari beribu alasan positif agar tidak ada konflik diantara kita. Tapi yang kau lakukan, selalu sebaliknya.

Beberapa waktu lalu aku menonton sebuah film, di film tersebut menceritakan tentang sekelompok sahabat, dimana salah satu diantara mereka ada seorang yang selalu dianggap sebagai sahabat yang paling baik d antara yang lain, dan ada satu lagi yang justru selalu di bully. Saat itu sahabat yang selalu di bully itu memulai sebuah permainan, dimana permainan itu berisi beberapa pertanyaan tentang beberapa kejadian yang terjadi di antara mereka. Sahabat yang baik adalah orang yang memiliki attitude yang baik, sehingga disegani dan dipandang sebagai sahabat yang paling baik. Namun berkat pertanyaan ini, terungkaplah sisi pandang setiap orang, ternyata semua temannya pernah satu-dua kali tanpa sengaja sakit hati atas sikap teman yang baik tersebut.

Dari sini aku sadar, tak pernah ada yang mengeluhkanku bukan berarti aku sahabat yang baik. Aku sendiri berusaha memendam apabila aku marah dengan seseorang, mungkin kamu juga begitu. Bisa jadi justru aku tak pernah menjadi bahkan sekedar teman yang baik bagimu.

Tapi kejadian ini membuatku benar-benar kecewa. Jika dikejadian lalu aku hanya marah padamu, dan menciptakan keretakan di hatiku, kali ini aku benar-benar kecewa padamu, bahkan aku membangun parit yang dalam diantara kita. Maaf untuk aku yang jadi semakin egois, maaf untuk aku yang tak mau mengerti. Maaf untuk bertahun-tahun yang menjadi sia-sia.

Aku bukan sedang mencari pembenaran atas apapun, karena aku tahu, aku pun bersalah padamu. Maaf karena aku tak bisa mengungkapkan ini semua secara langsung. Bagaimana mungkin aku bisa mengatakannya, ketika hati kita bahkan sudah saling menjauh.

Semakin jauh aku mendaki, ternyata egoku malah semakin meninggi.
Memiliki pijakan yang lebih kuat hanyalah sebuah kamuflase dalam pembelaan.
Deru angin yang semakin kencang membuat hati nurani tertutup sampah kesombongan

Bagaikan godam yang menghancurkan, hati itu remuk berkeping-keping.
Bagaikan membayar semua kepalsuan, kepedihan itu menancap terlalu dalam.
Aku tidak marah, hanya teramat kecewa dengan semesta.
Andai aku turuti kemauan takdir, mungkin luka tak kan tercipta.
Terus berada dalam kubangan kepalsuan mungkin akan lebih baik dibanding berdiri dalam kehampaan.

Sudah satu minggu Dara tak lagi ceria. Tatapannya seringkali kosong, dengan air mata yang mulai menggantung di pelupuknya. Senyumnya palsu, dan semua yang dilakukannya tak memiliki jiwa. Ini semua bermula sejak Ia melihat foto Adrian dengan teman-temannya. Foto tersebut menampilkan Adrian dengan teman-temannya yang seolah sedang melakukan kencan berpasangan. Awalnya Dara mencoba menanggapinya dengan biasa saja, namun ternyata apa yang diungkapkan Adrian justru membuat dunianya hancur. Adrian mengakui bahwa dirinya telah membohongi Dara. Dara yang sebenarnya sudah tau kini semakin terpukul. Ia merasa untuk apa selama ini Ia berpura-pura tidak tahu, untuk apa selama ini Ia berusaha tegar jika pada akhirnya justru Adrian sendiri yang dengan sengaja menghancurkannya. Bagaikan sebongkah es, Dara luluh dalam luka, lebur dalam hampa. Hatinya terluka, kecewa mendekapnya.

Adrian kehabisan cara untuk meyakinkan Dara. Dia tahu tak ada yang bisa ia lakukan, maaf hanya akan membuat hati wanita itu semakin terluka. Adrian tidak pernah menyangka bahwa kesalahannya menjadi sebegitu fatal. Seminggu lalu Adrian pergi bersama teman-temannya, disana terdapat seorang wanita yang juga menyukainya. Lalu sebelum pulang mereka sempat mengambil foto bersama-sama. Entah mengapa foto tersebut justru terlihat seperti mereka sedang melakukan kencan berpasangan. Adrian tidak tahu kenapa tapi saat itu ia memilih berbohong kepada Dara. Ia mengatakan bahwa saat itu ia sedang ada pekerjaan kantor. Adrian tahu itu salah, dan pada akhirnya dia mengatakan yang sebenarnya kepada Dara. Dia tidak mengira, bahwa kebohongannya yang tidak lebih dari 24 jam itu justru menimbulkan dampak yang begitu besar. Dia tidak pernah melihat Dara marah sampai seperti itu.

Dara tahu Adrian menyayanginya, tak perlu di sangsikan lagi hal itu. Namun kebohongan tetaplah kebohongan, menciptakan lubang bagi kepercayaan. Dara tak tahu apa yang harus dilakukan, bertahan hanya akan menciptakan kepalsuan bahkan bagi dirinya sendiri. Melepaskan sepertunya cara terbaik untuk memperbaiki semuanya, memberi ruang bagi dirinya dan hatinya untuk bisa percaya lagi.

Angin dingin musim gugur mulai berhembus, Dara merapatkan syal dilehernya. Dia mengapit lengan laki-laki disampingnya. Matahari senja menerpa cincin di jari manis nya. Bertahun-tahun lalu saat hatinya berada dalam kebimbangan dan kerapuhan, bergejolak dalam luka yang hampa, Dara memilih mengikhlaskan. Mendekap semua luka dengan hati yang lapang, menguburnya di semakberduri jauh di lubuk hatinya. Dia tahu luka tak akan pernah hilang dan terlupakan, tapi setidaknya dia akan menguburnya jauh dalam kegelapan, menjatuhkannya sampai kedasar, agar dia tidak ingat untuk pernah mengambilnya kembali ke permukaan. Ini tidaklah mudah, Dara dan Adrian harus melalui berbulan-bulan penuh kepalsuan, setiap hari menambal luka hanya untuk bersama-sama kembali ke tempat semula. Dan kini mereka berhasil kembali ke titik semula, kembali ke awal mereka saling mencintai.

Kamis, 06 Juli 2017

Kalah

Aku kecewa.
Kecewa dengan apa yang terjadi diantara kita.
Aku pikir aku bisa lebih memahami mu, tapi ternyata ego ku masih lebih tinggi.
Semakin hari, tembok keegoisanku semakin meninggi. 
Menciptakan sebuah sekat dihati kita.

Aku marah.
Marah pada waktu yang terbuang sia-sia.
Bertahun-tahun bersama hanya untuk pada akhirnya berjalan saling menjauh.

Aku benci.
Benci terhadap diriku yang lemah.
Ternyata hanya segini saja yang bisa aku lakukan.
Aku tak mampu memperjuangkanmu, malah perlahan menarik diri.

Aku tau kata maaf tak akan mampu mengobati luka yang terlanjur tercipta.
Aku pun tak bermaksud melakukannya.
Aku hanya berharap tulisan ini bisa menguraikan sakit yang kita rasa.

Rabu, 02 Maret 2016

Success Protocol


SUCCESS PROTOCOL

1.    Work with Worship (Ikhtiar)
Kerja itu Ibadah. Jika hanya sekedar kerja, hewan juga bekerja. Buya Hamka sudah mengingatkan sejak puluhan tahun silam, bahwa sudah sepantasnya manusia memiliki nilai tambah dalam bekerja. Ketika bekerja, manusia hendaknya juga mencari keberkahan, keilmuan, pengalaman, silaturahim, nama baik, dan lain sebagainya.
Tidak semua kerja bernilai ibadah. Bukan mustahil seseorang sibuk-sibuk bekerja, namun ternyata nilai ibadahnya memuai dan menguap. Contohnya :
·      Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya dikantor tapi hati dan pikirannya diluar kantor.
·      Ia menjelek-jelekan atasan atau rekan kantor, bahkan sering bergunjing tentang kantor.
·      Ia tidak peduli dengan masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya, dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan kantor.
·      Ia mementingkan office politic daripada office performance.
·      Tidak jarang ia membenarkan dirinya sendiri, menyalahkan keadaan, bahkan opurtunis dari setiap keadaan di kantor.
·      Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat.
Kerja hanya akan bernilai ibadah jika diiringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar.
Hukum kekelan energi memastikan bahwa tiada energi yang musnah. Nah, bayangkan kita digaji Rp. 5 Juta, namun kita sepenuh hati bekerja dan berkinerja, misal nilai kerja dan kinerja itu mencapai Rp. 8 Juta, maka selisihnya sebesar Rp. 3 Juta akan Allah tambahkan dalam bentuk yang lain. Contoh, tubuh yang sehat, hati yang lembut, pasangan yang menentramkan, anak yang menyenangkan, masa tua yang penuh kenangan, dll.
Yang sebaliknya juga terjadi, bayangkan kita digaji Rp. 5 Juta, namun nilai kinerja kita hanya Rp. 3 Juta, maka kekurangan sebesar Rp. 2 Juta itu akan Allah ambil dalam bentuk yang lain. Misalnya, tubuh yang sakit, hati yang resah, pasangan yang berulah, anak yang bermasalah, masa tua yang susah, dan sebagainya.

2.    Work with Network (Ittihad)
Kepercayaan dan saling percaya akan mengandung keberkahan. Kepercayaan juga mengandung manfaat horizontal, yakni silaturahim. Para profesional meletakkan ruh silaturahim dalam praktik Customer Relationship Management, Community Marketing, Socmed Marketing, multilevel Marketing, Co-Branding, Public Relation, Testimonial Advertisement, Refrential Selling, dan sebagainya. Setidaknya kata silaturahim diterjemahkan menjadi kata relasi, akses, ataupun network.
Saat berhubungan dengan orang lain, silahkan saja memiliki pendapat yang TEGAS, setuju atau tidak, benar atau salah. Sekali lagi, TEGAS. Tapi jangan buru-buru menghujat dan menuduh. Jika setiap salah dan beda pendapat dengan seseorang  kita langsung menjauh darinya, lama-lama kita tidak punya teman dan guru. Gugur semua satu per satu. Jangan juga jadikan mata kita seperti mata lalat yang hanya mencari sesuatu yang busuk dan buruk. Lebih baik seperti mata lebah, hanya mencari sesuatu yang manis dan baik.
Dalam menyikapi hal-hal yang salah disekitar kita, hendaklah kita senantiasa menggunakan rumus matematika yang sudah sangat kita kenal ini, yaitu:
·      Hal yang benar (postive) jika kita benarkan (positive), akan menjadi sebuah kebaikan bagi kita (positive). (+ x + = +)
·      Hal yang benar (postive) jika kita salahkan (negative), akan menjadi sebuah keburukan bagi kita (negative). (+ x - = -)
·      Hal yang salah (negative) jika kita benarkan (postive), akan menjadi sebuah keburukan bagi kita (negative). (- x + = -)
·      Hal yang salah (negative) jika kita salahkan (negative), akan menjadi kebaikan bagi kita (positive).  (- x - = +)
Kita semua tahu bahwa hubungan horizontal (hablu minannas) tak kalah pentingnya dengan hubungan vertikal (hablu minallah). Dan silaturahim iu juga mengundang rezeki.

3.    Perfection for Satisfaction (Itqan)
Itqan itu bekerja dengan : Teliti dan hati-hati, Sepenuh hati, dan bermutu tinggi (dengan eksekusi terbaik, fokus terbaik, spirit terbaik, dan material terbaik). Itulah sebuah kesempurnaan (dengan memberikan yang terbaik) untuk sebuah kepuasan.
Jarang orang mengetahui, bahwa Adzan mengandung kalimat-kalimat menggugah yang melebihi yel-yel motivasi :
·      Ketika muadzin berseru “Allahu Akbar”, kita diingatkan untuk bermimpi besar (akbar).
·      Dalam mencapai impian yang besr itu, kita memerlukan teladan (role model) dan itu tercermin pada nabi Muhammad SAW yang namanya diserukan setelah nama Allah SWT.
·      “Marilah Sholat” adalah seruan untuk bergerak dan bertindak (action), setelah tertanamnya keyakinan kepada-Nya.
·      “Marilah menuju kemenangan”, adalah seruan untuk menang (winning). Bukan sekedar bergerak dan bertindak.
·      Nama Allah SWT kembali diserukan dibagian akhir, sebagai pengingat bahwa segala kemenangan itu berasal dari Allah SWT.

4.    Introspection for Improvement (I’tikaf)
Salah satu kebiasaan menurut Stephen Covey adalah “Mengasah Gergaji” (sharpen the saw), termasuklah didalamnya introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. Orang-orang strategic management tahu bahwa segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau sudah di evaluasi.
Ada tiga alasan mengapa kesombongan harus dijauhi dalam berkarier dan berbisnis.
·      Kesombongan dapat memangkas self-esteem
·      Kesombongan bisa menular dan menjalar
·      Kesombongan memberikan sifat negatif lain, misalnya enggan untuk melayani, enggan untuk memperbaiki diri, sungkan untuk minta maaf, dan masih banyak lagi.

5.    Persistency with Spirituality (Ihsan)
6.    Productivity with Sincerity (Ikram)

Selasa, 14 April 2015

Layanan Bimbingan dan Konseling




Prof. Dr. Achmad Juntika Nurihsan, M.Pd.
Refika Aditama, Bandung: 2012

Buku ini mengulas tentang Layanan Bimbingan Konseling berbasis kompetensi di sekolah. Buku ini tidak hanya menjadi pegangan untuk seorang konselor/ guru BK (bimbingan koneling), namun juga dapat menjadi pegangan untuk seluruh guru dan perangkat pendidikan dalam membangun perkembangan peserta didik.

Peserta didik yang sebagian besar adalah remaja, memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi, yaitu:
  1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. 
  2.  Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat 
  3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai wanita atau pria 
  4.  Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas 
  5.  Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta arah kecendrungan karir dan apresiasi seni. 
  6.  Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat 
  7.  Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi 
  8.  Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia.
Agar peserta didik dapat mencapai seluruh kompetensi tersebut secara optimal, diperlukan kerjasama yang baik antara manajemen/ supervisi (kepala sekolah), pengajaran (guru bidang studi), dan bimbingan konseling/ konselor (guru pembimbing), sebagaimana telah diatur dalam pedoman kurikulum berbasis kompetensi 2004 di sekolah.

Keberhasilan belajar siswa akan lebih memadai apabila wali kelas/ guru menerapkan peran bimbingan waktu mengajar (Rohman, 1988: 43) kegiatan bimbingan yang dilakukan guru dalam proses belajar-mengajar secara umum dapat dikelompokkan menjadi:
1.             Mengenal dan memahami siswa secara mendalam
2.             Memperlakukan siswa berdasarkan perbedaan individual
3.             Memperlakukan siswa secara manusiawi
4.             Memberi kemudahan kepada siswa untuk mengembangkan diri secara optimal
5.             Memelihara suasana kelas supaya tetap menyenangkan bagi siswa

Berkaitan dengan bahasan diatas, maka fenomena perilaku guru dalam proses KBM yang bernuansa bimbingan dapat dirinci sebagai berikut: 
  1. Mengembangkan iklim kelas yang bebas dari ketegangan dan berupaya menciptakan suasana yang membantu perkembangan siswa. 
  2. Memberikan pengarahan orientasi dalam rangka belajar yang efektif, baik secara khusus dalam bidang studi yang diajarkannya, maupun secara umum dalam keseluruhan sekolah. 
  3. Mempelajari dan menelaah siswa untuk menemukan kekuatan, kelemahan, kebiasaan, dan kesulitan yang dihadapinya terutama dalam bidang studi ynag diajarkannya. 
  4. Konseling tak resmi kepada siswa yang menghadapi kesulitan tertentu terutama dalam hubungannya dengan bidang studi yang diajarkan. 
  5. Menyajikan informasi tentang masalah pendidikan dan jabatan/ karir. 
  6. Mendorong dan meningkatkan pertumbuhan pribadi dan sosial siswa. Dengan pergaulan yang longgar dan sering bertemu dalam kesempatan belajar, guru dapat membantu siswa dalam mengembangkan pribadi serta hubungan sosial yang memadai. 
  7. Melakukan pelayanan rujukan (referal) apabila guru mendapatkan siswa yang emmiliki kesulitan yang tidak dapat dipecahkan olehnya sendiri, dan tidak dapat pula dipecahkan dalam lingkungan sekolahnya. Dalam hal ini, guru dapat menunjukkan tempat untuk mendapatkan bantuan yang tepat kepada siswa yang bersangkutan. 
  8. Melaksanakan bimbingan kelompok di kelas. 
  9. Memperlakukan siswa sebagai individu yang mempunyai harga diri, dengan memahami kekurangan,kelebihan, dan masalah-masalahnya. 
  10. Melengkapi rencana-rencana yang telah dirumuskan oleh siswa bersama-sama dengan wali kelas/ konselor 
  11. Menyelenggarakan KBM sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. 
  12. Membimbing setiap siswa untuk mengembangkan kebiasaan belajar dengan baik 
  13. Menilai hasil belajar siswa secara menyeluruh dan berkesinambungan 
  14. Melakukan perbaikan KBM bagi siswa yang memerlukannya 
  15. Mempersiapkan informasi yang diperlukan untuk dijadikan masukan dalam pembicaraan kasus yang berhubungan dengan bidang studi yang diajarkan 
  16. Bekerja sama dengan wali kelas/ konselor dari tenaga pendidik lain dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh siswa dengan memperhatikan kebijakan dan prosedur bimbingan di lembaga tersebut.
Layanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan secara individu ataupun kelompok. Selain itu dengan kemajuan teknologi, layanan dan bimbingan konseling juga dapat dilakukan dengan e-consuling, yaitu dengan memanfaatkan media telepon ataupun e-mail.

Untuk memaksimalkan layanan bimbingan dan konseling, tentu saja harus diorganisasi dengan baik oleh perangkat pendidikan (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Konselor, Staff Administrasi, Guru Bidang Study, dan Wali Kelas). Kompetensi dasar yang seyogyanya dimiliki oleh seorang konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling berbasis kompetensi adalah:
1.             Penguasaan wawasan dan landasan pendidikan
2.             Penguasaan konsep bimbingan dan konseling
3.             Penguasaan kemampuan asesmen
4.             Penguasaan kemampuan mengembangkan program bimbingan dan konseling
5.             Penguasaan kemampuan melaksanakan berbagai strategi layanan bimbingan dan konseling
6.             Penguasaan kemampuan mengembangkan prospek kelompok
7.             Penguasaan kesadaran etik profesional dan pengembangan profesi
8.             Penguasaan pemahaman konteks budaya, agama, dan seting kebutuhan khusus.

Dan keterampilan tambahan yang perlu dimiliki oleh koselor/ guru pembimbing dalam strategi konseling traumatik adalah:
1.             Pandangan yang realistik
2.             Orientasi yang holistik
3.             Fleksibilitas
4.             Keseimbangan antara empati dan ketegasan

Salah satu strategi yang dapat dilakukan dalam layanan bimbingan dan konseling adalah dengan melakukan pengendalian diri dan mengenali potensi dari peserta didik/ konseli. Dibawah ini dijelaskan beberapa intelegensi jamak yang dimiliki oleh manusia menurut Howard Gardner (1993):
1.  Intelegensi Musikal, yaitu kemampuan seseorang untuk menggubah lagu, bernyanyi, dan memainkan alat musik. Kecerdasan ini lazim dijumpai pada pemain sandiwara, penggubah lagu, konduktor, penikmat musik, penata rekaman, pembuat instrumen musik, penyelaras piano, dan budaya traditional tanpa bahasa tulis. Figur terkenal orang yang memiliki kecerdasan musik yang tinggi adalah Mozart. Ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan musik yang tinggi adalah sebagai berikut:
·           Sensitif terhadap nada, irama, dan warna nada.
·           Sensitif terhadap kekuatan emosi musik.
·           Sensitif terhadap susunan musik yang rumit..
·           Bisa jadi sangat spiritual.
2.   Intelegensi Badaniah, yaitu kemampuan seseorang untuk menggunakan anggota tubuh. Kecerdasan ini biasanya ditemukan pada penari, aktor, atlet, juara olah raga, ahli mimik, ahli bedah, karateka, pembalap, pekerja luar, dan bakat mekanis. Figur orang terkenal yang memiliki kecerdasan ini adalah Michael Jordan seorang pebasket dan Tiger Wood seorang pemain golf. Ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan badaniah-kinetetis yang tinggi adalah sebagai berikut:
·           Memiliki daya kontrol tubuh yang luar biasa.
·           Memiliki daya kontrol terhadap objek.
·           Mengetahui timing yang tepat.
·           Mempunyai refleks yang sempurna dan sangat responsif terhadap lingkungan fisik.
·           Mahir dalam kerajinan tangan.
·           Gampang mengingat apa yang dilakukan, dan bukan apa yang dikatakan.
3.     Intelegensi Logik – Matematika, yaitu kemampuan seseorang untuk menghafal, menghitung, dan menangani pemikiran logis. Kecerdasaan ini biasanya ditemukan pada ahli matematika, ilmuwan, sarjana, penyelidik polisi, pengacara, dan akuntan. Figur terkenal orang yang memiliki kecerdasan ini adalah Marian Diamond seorang Profesor Neuroanatomimdi Universitas California. Ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan ini adalah:
·           Suka berfikir abstrak, berhitung, keadaan teratur, komputer, ketepatan, memecahkan masalah, dan bereksperimen.
·           Menggunakan struktur logis.
4.             Intelegensi Berbahasa, yaitu kemampuan seseorang untuk berbicara atau menulis. Kecerdasan ini biasanya ditemukan pada novelis, penyair, penulis iklan, penulis naskah, orator, pemimpin politik, editor, penerbit, jurnalis, dan penulis pidato. Figur terkenal orang yang memiliki kecerdasan ini adalah Winston Churchill, jurnalis Inggris yang menjadi orator, pemimpin politik, dan penulis. Ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan ini adalah:
·           Sensitif terhadap pola.
·           Teratur dan sistematis.
·           Mampu berargumentasi.
·           Suka mendengarkan, menulis, dan membaca.
·           Mempunyai daya ingat yang tajam.
·           Menyukai komunikasi yang lisan.
5.             Intelegensi Ruang, yaitu kemampuan seseorang untuk melukis, memotret, atau mematung. Kecerdasan ini umumnya dimiliki oleh arsitek, pelukis, pemahat, navigator, pemain catur, naturalis, ahli fisika, dan ahli strategi perang. Sosok terkenal orang yang memiliki kecerdasan ini adalah Pablo Picaso seorang pelukis. Ciri-ciri yang menonjol dari kecerdasaan ini adalah:
·           Berpikir dengan gambar
·           Memiliki indra konfiguratif
·           Suka seni menggambar, melukis, dan memahat
·           Mudah membaca peta, grafik, dan diagram
·           Memiliki indra warna yang hebat
·           Menggunakan semua indranya untuk membayangkan

6.             Intelegensi Antar Pribadi, yaitu kemampuan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan ini biasanya ditemukan pada polisi, guru, pemimpin religius, penasihat, penjual, manajer, relasi publik, dan pamong praja. Sosok terkenal orang yang memiliki kecerdasan ini adalah Oprah Winfrey, pembawa acaratalk-show. Ciri-ciri yang menonjol dari kecerdasan ini adalah:
·           Memiliki kemampuan bernegosiasi yang tinggi
·           Mahir berhubungan dengan orang lain
·           Mampu membaca maksud hati orang lain
·           Menikmati berada di tengah-tengah orang banyak
·           Memiliki banyak teman
·           Mampu berkomunikasi dengan baik
·           Suka menengahi pertengkaran
·           Mampu membaca situasi sosial dengan baik

7.             Intelegensi Intra Pribadi, yaitu kemampuan seseorang untuk mengelola perasaan dan kesadaran diri sendiri. Kecerdasan ini biasanya ditemukan pada novelis, penasihat, orang tua bijak, filosof, guru, dan orang yang memiliki kesadaran diri yang dalam. Figur terkenal orang yang memiliki kecerdasan ini adalah Plato, seorang filosof. Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan ini adalah:
·           Sensitif terhadap nilai diri
·           Sangat sadar terhadap perasaan diri
·           Sensitif terhadap tujuan hidup
·           Sangat sadar terhadap kekuatan dan kelemahan diri
·           Ingin berbeda dari orang kebanyakan dan suka menyendiri

8.             Intelegensi Natural, yaitu kemampuan seseorang untuk mengenal benda-benda disekitar. Kecerdasan ini biasanya ditemukan pada ilmuwan dan petualang alam. Ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan ini adalah:
·           Memiliki rasa ingin tahu yan tinggi
·           Cinta terhadap alam disekitarnya

9.             Intelegensi Spiritual, yaitu kemampuan seseorang untuk memaknai kehidupannya. Menurut Ian Marshall (pengarang buku Spiritual Intelligency menyebutkan bahwa orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi itu adalah orang yang mampu berpikir realistis, mampu mengambil pelajaran dari kegagalan, siap menanggung resiko dari apa yang dilakukannya, dan konsisten antara apa yang dilakukan dengan apa yang dikatakan.
Langkah-langkah dalam melakukan layanan bimbingan dan konseling baik secara individu maupun kelompok secara garis besar diuraikan sebagai berikut:
1.             Tahap Awal Konseling
       Tahap ini terjadi sejak klien bertemu konselor hingga berjalannya proses konseling. Adapun yang dilakukan konselor dalam proses konseling tahap awal ini adalah:
a.         Membangun hubungan konseling dengan melibatkan klien yang mengalami masalah
b.        Memperjelas dan mendefinisikan masalah
c.         Membuat penjajakan alternatif bantuan untuk mengatasi masalah
d.        Menegosiasikan kontrak

2.             Tahap Pertengahan (Tahap Kerja)
       Cavanagh (1982) menyebut tahap ini sebagai tahap action. Yaitu mmbantu klien memperoleh pemahaman baru, atau alternatif baru dalam memecahkan masalahnya. Tujuan dari tahap ini adalah:
a.         Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah serta kepedulian klien dan lingkungannya dalam mengatasi masalah tersebut.
b.        Menjaga agar hubungan konseling selalu terpelihara
c.         Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak.

3.             Tahap Akhir Konseling
       Pada tahap ini, konseling ditandai oleh beberapa hal:
a.         Menurunnya kecemasan klien.
b.        Adanya perubahan perilaku klien kearah yang lebih positif, dinamis, dan sehat.
c.         Adanya tujuan hidup yang jelas di masa depan.

       Adapun tujuan lain dari tahap ini adalah:
a.         Terjadinya transfer of learning pada diri klien
b.        Melaksanakan perubahan perilaku klien dalam mengatasi masalahnya
c.         Berakhirnya hubungan konseling